Cara Setting OpenClaw
Pertama Kali di VPS Linux agar Bisa Jalan

Konfigurasi lengkap dari environment setup sampai OpenClaw siap handle automation task.

± 30 menit baca SufaNet
Setting OpenClaw VPS Linux

Pendahuluan

Sudah install OpenClaw tapi bingung langkah selanjutnya? Tenang, kamu ga sendirian. Banyak developer yang stuck di tahap konfigurasi awal karena ga tau mana yang penting dan mana yang opsional.

Artikel ini akan bahas cara setting OpenClaw pertama kali setelah instalasi selesai. Dari setup environment variable, konfigurasi server, logging, sampai optimasi agar OpenClaw bisa jalan stabil 24/7 di VPS.

💡 Catatan: Pastikan kamu sudah selesai instalasi basic OpenClaw. Kalau belum, baca dulu artikel Cara Install OpenClaw di VPS Linux dari Nol.

Setelah Install: Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah install OpenClaw dengan npm install dan npm run build, sistem sudah bisa jalan. Tapi untuk production-ready, kamu perlu setting beberapa hal:

  • Environment variables — konfigurasi port, API key, dll
  • Server configuration — timeout, rate limit, cors
  • Logging system — biar mudah debug
  • Process manager — biar OpenClaw auto restart
  • Security layer — firewall, SSL, authentication

Kita akan bahas satu per satu dengan detail.

Setup Environment Variables

File .env adalah jantung konfigurasi OpenClaw. Di sini kamu define semua setting penting.

1. Copy Template .env

cd ~/openclaw
cp .env.example .env

2. Edit File .env

nano .env

Berikut konfigurasi lengkap yang disarankan:

# Server Configuration
PORT=3000
HOST=0.0.0.0
NODE_ENV=production

# Security
AUTH_TOKEN=your-super-secret-token-here
CORS_ORIGIN=https://yourdomain.com

# Logging
LOG_LEVEL=info
LOG_FILE=./logs/openclaw.log

# AI API (opsional, nanti bisa diisi)
# OPENAI_API_KEY=sk-...
# GEMINI_API_KEY=...

# Rate Limiting
RATE_LIMIT_WINDOW=15
RATE_LIMIT_MAX=100

# Timeout
REQUEST_TIMEOUT=30000
TASK_TIMEOUT=300000

Penjelasan Variable Penting

Variable Penjelasan
PORT Port yang dipakai OpenClaw (default 3000)
HOST 0.0.0.0 artinya bisa diakses dari luar
NODE_ENV production untuk optimize performance
AUTH_TOKEN Token untuk authenticate API request
LOG_LEVEL Level logging: debug, info, warn, error
RATE_LIMIT_MAX Maksimal request per window (anti spam)

Konfigurasi Server

Selain .env, OpenClaw juga punya config file internal untuk setting advanced.

Edit config.json

nano config/config.json

Konfigurasi disarankan:

{
  "server": {
    "port": 3000,
    "host": "0.0.0.0",
    "cors": {
      "enabled": true,
      "origin": "*"
    }
  },
  "agent": {
    "maxConcurrentTasks": 5,
    "taskRetry": 3,
    "defaultTimeout": 300000
  },
  "security": {
    "enableAuth": true,
    "rateLimitEnabled": true
  }
}

Setting ini memastikan OpenClaw:

  • Bisa handle 5 task sekaligus
  • Retry otomatis kalau task gagal
  • Rate limit aktif untuk keamanan

Setup Logging System

Logging itu penting banget untuk troubleshooting dan monitoring.

1. Buat Folder Logs

mkdir -p logs

2. Konfigurasi Log Level

Di file .env, pastikan:

LOG_LEVEL=info
LOG_FILE=./logs/openclaw.log

Level logging:

  • debug — semua detail (untuk development)
  • info — informasi umum (disarankan production)
  • warn — hanya warning
  • error — hanya error

3. Setup Log Rotation (Opsional)

Biar log file ga gede banget, pakai log rotation:

sudo apt install logrotate -y

Buat file konfigurasi:

sudo nano /etc/logrotate.d/openclaw

Isi dengan:

/home/user/openclaw/logs/*.log {
    daily
    rotate 7
    compress
    delaycompress
    missingok
    notifempty
}

Ini akan rotate log setiap hari dan simpan 7 hari terakhir.

Testing Konfigurasi

Setelah semua config di-setup, saatnya testing.

1. Test Jalankan OpenClaw

npm start

Output yang benar:

✓ Config loaded successfully
✓ Server started on 0.0.0.0:3000
✓ Authentication enabled
✓ Rate limiting enabled
✓ Ready to accept tasks

2. Test Health Check

curl http://localhost:3000/health

Response:

{"status":"ok","uptime":25,"version":"1.0.0"}

3. Test dengan Auth Token

curl -H "Authorization: Bearer your-super-secret-token-here" \
     http://localhost:3000/api/tasks

Kalau berhasil, berarti auth sudah jalan dengan benar.

Setup Process Manager dengan PM2

Supaya OpenClaw jalan terus bahkan kalau terminal ditutup atau VPS reboot, kita pakai PM2.

1. Install PM2

sudo npm install -g pm2

2. Start OpenClaw dengan PM2

pm2 start npm --name openclaw -- start

3. Setup Auto-Restart

pm2 save
pm2 startup

Copy command yang diminta PM2 dan jalankan (biasanya pakai sudo).

4. Monitoring dengan PM2

pm2 status
pm2 logs openclaw
pm2 monit

Dengan command ini kamu bisa lihat status, log, dan resource usage OpenClaw secara real-time.

Konfigurasi Firewall

Firewall melindungi OpenClaw dari akses yang ga diinginkan.

1. Install UFW

sudo apt install ufw -y

2. Setup Rules

# SSH (wajib, jangan sampai kelupaan)
sudo ufw allow 22/tcp

# OpenClaw (kalau mau diakses publik)
sudo ufw allow 3000/tcp

# HTTP & HTTPS (kalau pakai reverse proxy)
sudo ufw allow 80/tcp
sudo ufw allow 443/tcp

# Enable firewall
sudo ufw enable

⚠️ Penting: Pastikan port 22 (SSH) sudah di-allow sebelum enable UFW. Kalau ga, kamu bisa ke-lock dari VPS sendiri!

3. Check Status

sudo ufw status

Setup SSL dengan Let's Encrypt (Opsional)

Kalau OpenClaw mau diakses lewat domain dengan HTTPS, setup SSL.

1. Install Certbot

sudo apt install certbot -y

2. Generate SSL Certificate

sudo certbot certonly --standalone -d openclaw.yourdomain.com

3. Setup Nginx sebagai Reverse Proxy

sudo apt install nginx -y
sudo nano /etc/nginx/sites-available/openclaw

Konfigurasi Nginx:

server {
    listen 80;
    server_name openclaw.yourdomain.com;
    return 301 https://$server_name$request_uri;
}

server {
    listen 443 ssl;
    server_name openclaw.yourdomain.com;

    ssl_certificate /etc/letsencrypt/live/openclaw.yourdomain.com/fullchain.pem;
    ssl_certificate_key /etc/letsencrypt/live/openclaw.yourdomain.com/privkey.pem;

    location / {
        proxy_pass http://localhost:3000;
        proxy_set_header Host $host;
        proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
        proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
        proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
    }
}

Enable konfigurasi:

sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/openclaw /etc/nginx/sites-enabled/
sudo nginx -t
sudo systemctl restart nginx

Sekarang OpenClaw bisa diakses via HTTPS dengan SSL certificate.

VPS yang Tepat untuk OpenClaw

Setting sebagus apapun ga akan maksimal kalau VPS-nya ga stabil. OpenClaw butuh VPS yang:

  • Resource konsisten (ga ngelag tiba-tiba)
  • Network stabil
  • Support responsif kalau ada masalah

🚀 VPS Indonesia Murah SufaNet

Pilihan tepat untuk jalanin OpenClaw dengan audience Indonesia. Latency rendah, harga masuk akal, resource jujur.

  • CPU & RAM dedicated (no overselling)
  • NVMe SSD storage — cepat dan reliable
  • Network tier-1 Indonesia
  • Support 24/7 via chat
Lihat Paket VPS Indonesia

Kalau butuh akses internasional atau target user global:

🌏 VPS Singapore SufaNet

Lokasi strategis untuk global reach. Data center tier-3 dengan koneksi internasional super cepat.

  • Latency rendah ke seluruh Asia-Pasifik
  • Koneksi internasional tier-1
  • Cocok untuk production apps
Lihat Paket VPS Singapore

FAQ

Apakah harus pakai PM2?

Tidak wajib, tapi sangat disarankan. PM2 memastikan OpenClaw auto-restart kalau crash atau VPS reboot. Alternatifnya bisa pakai systemd service.

Berapa lama setup ini?

Kalau ikutin step by step, sekitar 20-30 menit. Kalau termasuk SSL dan reverse proxy, tambah 15 menit lagi.

Apakah SSL wajib?

Untuk internal testing, ga wajib. Tapi untuk production atau kalau OpenClaw diakses dari internet, SSL sangat disarankan untuk keamanan.

Bagaimana cara update OpenClaw nanti?

Tinggal git pull, npm install, npm run build, lalu pm2 restart openclaw. Konfigurasi di .env tetap aman.

Kesimpulan

Setting OpenClaw pertama kali memang butuh sedikit effort, tapi kalau sudah benar, kamu bisa fokus ke automation tanpa khawatir masalah teknis.

Checklist penting:

  • ✅ Environment variables sudah di-setup
  • ✅ Logging system aktif
  • ✅ PM2 running dan auto-restart enabled
  • ✅ Firewall dikonfigurasi dengan benar
  • ✅ SSL setup (kalau production)

👉 Langkah Selanjutnya

Dengan foundation yang solid, OpenClaw siap handle automation task apapun yang kamu butuhkan.

Konfigurasi yang benar = automation yang stabil.