Prasyarat & Rekomendasi VPS
- VPS KVM Indonesia (minimal 1 vCPU / 1–2 GB RAM). Rekomendasi: VPS KVM Indonesia atau opsi hemat VPS Indonesia Murah.
- DNS domain sudah mengarah ke IP VPS (A record untuk
namadomain.comdanwww). - aaPanel sudah terpasang. Jika belum, ikuti: Panduan Install aaPanel.
Langkah 1 — Buat Website Nginx di aaPanel
- Masuk aaPanel → menu Website → Add Site.
- Isi domain:
namadomain.com(tambahkan jugawww.namadomain.comjika perlu). - Type: Nginx; PHP: pilih versi terbaru (mis. 8.2); Create database: boleh dicentang (atau buat manual di langkah 2).
- Klik Submit → aaPanel membuat direktori web root dan vhost Nginx otomatis.
Langkah 2 — Buat Database MySQL
Kamu bisa otomatis saat Add Site, atau manual:
- Buka menu Database → Add Database.
- Isi nama DB, user, dan password yang kuat → Access set Local.
- Catat kredensial untuk dipakai di
wp-config.php.
Langkah 3 — Upload & Ekstrak WordPress
- Download paket WP terbaru dari wordpress.org, lalu unggah via File Manager → Upload ke web root situs kamu.
- Ekstrak ZIP → pindahkan isi folder
wordpresske root situs (mis./www/wwwroot/namadomain.com/). - Atur permission aman (opsional): owner
www/www-data, dir 755, file 644.
Langkah 4 — Konfigurasi wp-config.php
Salin file wp-config-sample.php → wp-config.php, lalu isi kredensial DB:
define('DB_NAME', 'nama_db');
define('DB_USER', 'user_db');
define('DB_PASSWORD', 'password-kuat');
define('DB_HOST', 'localhost');
Generate salt keys di api.wordpress.org/secret-key/1.1/salt/ dan tempel ke wp-config.php.
Langkah 5 — Nginx Rewrite (Permalink)
Di aaPanel → Website → klik domain → tab Rewrite → pilih WordPress. Atau gunakan blok berikut:
location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
}
Langkah 6 — Pasang SSL Let’s Encrypt
- Buka Website → domain kamu → tab SSL.
- Pilih Let’s Encrypt → centang domain & www → Apply.
- Aktifkan opsi Force HTTPS agar semua akses dialihkan ke HTTPS.
Kalau ingin pemasangan manual di luar aaPanel, cek juga: Install Let’s Encrypt SSL tanpa Panel.
Langkah 7 — Tuning PHP-FPM & Ekstensi
- aaPanel → App Store → PHP → aktifkan ekstensi umum:
mysqli,curl,zip,intl,imagick(opsional). - Aktifkan OPcache untuk kecepatan.
- Atur upload_max_filesize dan post_max_size (mis. 64M) jika butuh unggah besar.
Langkah 8 — Hardening Singkat
- Gunakan UFW: buka 80/443 saja untuk publik; 22/port-SSH hanya untuk admin. Cek panduan: Setup Firewall UFW.
- Nonaktifkan
xmlrpc.phpjika tidak dipakai (bisa via plugin atau rule Nginxdeny). - Backup otomatis ke Google Drive: Backup Otomatis VPS → Google Drive.
FAQ
Lebih bagus Nginx atau Apache untuk WordPress?
Untuk performa, Nginx + PHP-FPM biasanya lebih cepat dan ringan. Apache unggul di kompatibilitas .htaccess, namun aaPanel sudah sediakan template rewrite WordPress untuk Nginx.
Error upload tema besar?
Naikkan upload_max_filesize dan post_max_size di PHP Options aaPanel (mis. 64M) lalu reload PHP-FPM.
Bisa multi-domain & subdomain?
Bisa. Tambahkan site baru untuk tiap domain/subdomain. Jika butuh panduan manual: Setup Virtual Host Nginx.
Kesimpulan
Dengan aaPanel, deploy WordPress di VPS jadi cepat: buat site Nginx, upload WP, set DB, aktifkan SSL, beres. Untuk performa stabil & latency rendah di Indonesia, gunakan VPS KVM Indonesia dari SufaNet—atau opsi hemat VPS Indonesia Murah.